23.

1022 Kata

    Hening, sunyi, senyap, dan hawa dingin yang menyusup menjadi latar belakang suasana antara Sehun dan Lentera, dibalkon tempat mereka duduk tidak ada yang memulai pembicaraan.     Sang Suami yang masih asik menatap ujung kakinya yang dibalut dengan sandal rumahan sedangkan sang istri asik memeluk tubuhnya sendiri karena angin malam dan mengagumi betapa indahnya pemandangan malam yang ada didepannya.     Mereka masih betah dengan kebungkaman mereka sejak 30 menit yang lalu sampai akhirnya Lentera mulai jengah dengan keadaan mereka sekarang. "Udah malem ayo kita tidur" ajak Lentera yang mulai berdiri dari duduknya.     Sehun yang semula menunduk pun akhirnya mendongak menatap Lentera yang berdiri, dengan mata yang masih sembab dan juga hidung yang masih merah Sehun menarik pelan tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN