Princess Ara

1452 Kata

Mengawali hari dengan dandan layaknya wanita kantoran pada umumnya. Bagi wanita lain itu normal, tapi bagi Ara itu sedikit aneh. Tina tidak henti-hentinya memoles bedak di wajahnya, pensil alis dan bulu mata sudah terpasang. Tinggal gincu merah yang akan menyentuh kulit bibirnya sebagai sentuhan akhir. “Tina sudah ,ya, gue sudah kayak badut,” kata Ara. Ia tidak berani membuka mata. Wajahnya terasa tebal, mata terasa berat karena bulu mata. Menyesal juga dia menuruti keinginan Tina pagi tadi. “Sabar, lo belum pakai lisptik, biar gak pucat muka lo,” kata Tina. Ia akhirnya menyelesaikan make-up sebelum Ara kehabisan kesabaran. “Sekarang buka mata lo.” Perlahan tapi pasti Ara membuka matanya. Rambut yang terurai dibuat sedikit bergelomang di bagian ujung, make up cantik yang terasa tebal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN