Bab 37 "Kamu bisa bela diri?" tanya Sean setengah berbisik, keduanya merangkul sisi kiri dan kanan Kaizar yang masih tak sadarkan diri. Dimas menggeleng dengan enggan, lalu dia tersenyum kecut sebagai sesal. "Aish!" dengkus Sean. "Bagaimana denganmu?" tanya Dimas, menatap Sean dengan penuh harap. Sean pun menggeleng, merasa bersalah karena dia pun sama tak bisa bela diri. Jangankan bela diri, olahraga saja sangat jarang dilakukan. "Harapan kita satu-satunya, hanya Kaizar!" bisik Sean. "Bagaimana bisa berharap sama orang pingsan? Ngadi-ngadi!" pekik Dimas, merutuki sahabatnya. "Daripada enggak punya harapan sama sekali, dosa, kan?" sahutnya, berusaha mencairkan suasana yang memang kurang tepat. "Woi! Kalian baca mantra apa? Hah!" sembur salah satu preman yang dibawa Kevin alias Da

