Dimas benar-benar gemetar, dia takut jika Kirana akan mengetahui yang sesungguhnya. Bukan nasibnya saja yang terancam, tetapi nasib Kaizar. Namun, hal yang Kirana lakukan membuat perasaan Dimas campur-aduk. Hatinya takut, tapi sesuatu di bawah sana justru bangun dengan gagah berani. Ini kali pertama Dimas merasakan keintiman sedekat itu dengan wanita. “Astoge! Kenapa tuh tiang pake bangun,” batin Dimas, apaladi Kirana mulai menciumi tengkuknya dari belakang. “Kamu ganti parfum ya, Kai?” bisik Kirana, seraya mengendus belakang telinga Dimas. Pria itu masih terpaku, dia tak mau menjawab, sebab takut ketahuan. “Kai, aku kangen banget loh sama kamu,” ucap Kirana lagi tanpa menunggu jawaban dari Dimas. Dimas yang sudah tidak kuat dengan rayuan-rayuan itu, tiba-tiba berbalik dan masuk ke d

