"Kai?" Mata Nara berkaca-kaca melihat pria tampan yang selalu tampak segar itu, kini terlihat pucat pasi. "Kamu ngapain di sini?" tanya Nara. Kaizar tersenyum manis, "Aku ada pertemuan sama klien, sekalian mau jalan-jalan bentar." Nara mengangguk paham, keduanya terlihat canggung dan salah tingkah. Namun, tatapan itu begitu dalam dan tak bisa disembunyikan. "Kamu dari mana?" tanya Kaizar, masih menatap Nara lekat-lekat. "Aku, dari dokter, periksa kandunganku," jawab Nara. Wajah Kaizar tiba-tiba berubah menjadi datar, dia melihat perut istrinya yang semakin besar, bahkan kaki wanita itu kini terlihat bengkak. "Aku antar pulang, sekalian aku mau myari udara segar," ajak Kaizar. "Cuma nyari udara segar?" Nara mencoba memancing Kaizar agar dia mengungkapkan isi hatinya. "Terus?" Kai

