Lea heran ketika pulang ke rumah. Halaman rumahnya tampak ramai tidak sepi seperti biasa. Semakin penasaran, ia berjalan terburu-buru. "Honey, pelan-pelan jalannya." Tegur Kaffa yang berjalan disamping Lea. Kaffa tahu betul, apa penyebab Rumah mereka tampak ramai "Itu dirumah Kita ramai. Ada maling ya?" Celetuk asal Lea membuat Kaffa mengulum senyumnya. "Iya... Jangan-jangan maling. Ayo cepat, Le." Nina pun ikut panik seperti Lea. Ia pun mengekori Lea tergesa-gesa. Sementara Dio menelisik wajah Kaffa yang mencurigakan. Ia mencium aroma kejahilan Kaffa. "Lo mau ngerjain Kita ya." Ucap asal Aldio menepuk pundak Kaffa dengan matanya memicing. "Apaan lo! Lo pikir gw kurang kerjaan." Tepis Kaffa mengelak semua kecurigaan Dio. "Lo Masuk! Nanti juga akan tahu." Walaupun Dio nampak sebal, ta
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


