41. EXTRA CHAPTER PART 2

1334 Kata

Sekarang Lea berada di tempat asing yang dia sendiri merasa tidak pernah kemari. Tapi ada suatu yang ia rindukan disana. Lea menatap seorang yang duduk sendiri terdiam, disebuah kursi putih. "Kaffa." Lea berlirih sendu dengan seiring air mata yang membasahi pipinya. "Kaffa, ini kamu kan. Kaf, aku kangen." Lea duduk disamping Kaffa lalu memeluknya erat. Kaffa tersenyum melepaskan pelukannya. "Jangan kuat-kuat aku bisa sesak." Ujar Kaffa. "Kamu kemana aja. Kenapa enggak jagain aku dirumah sakit." "Aku selalu jagain kamu dalam doa. Sekarang aku lagi berjuang untuk bertemu kamu, Kaffa, dan sih mungil di perut kamu ini." Lea mengkerut dahinya heran, ketika kaffa berkata sih mungil sambil mengelus perutnya. "Maksud kamu apa?" "Kamu enggak ngerti. Buah hati kita, adiknya Kaffa." Lea mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN