Mentari kembali bersinar tegak. Aldio menggendong Dini yang mulai rewel Karena ditinggal Nina Mandi. "Nin, Mandi jangan lama,-lama. Dini rewel nih." Ucap Dio didepan pintu kamar Mandi. "Iih... Bawel banget kamu! Masa diamin Dini enggak bisa. Ajak main lah atau buatkan susunya." Sahut Nina yang masih Mandi. Sebenarnya Nina juga sengaja mengerjai Dio. Nini sendiri terkikih didalam Sana. "Sesekali enggak papa lah ngerjain Dio." Bukannya diam, Dini justru Makin menangis kuat. Padahal Dio sudah membuat mukanya sejelek mungkin agar Dini tertawa. "Ya Tuhan! Sayang... Jangan nangis terus dong. Papa pusing nih kalau kamu enggak diam." Aldio semakin bingung apa yang harus dilakukan. Selama ini Dio lebih sibuk bekerja dibanding mengurus anak. Disaat dia mengambil cuti dan sekarang malah ribet ng

