"Kaf, cepatan. Ntar kita telat." Oceh Lea pada Kaffa. Kini kehidupan Lea dan Kaffa sudah lebih membaik, dan mereka juga sudah pindah ke rumah yang kaffa beli untuk istri dan anaknya. "Sabar honey." Teriak Kaffa dari kamar. "Kalau kamu lama aku tinggal ya." Ancam Lea dari ruang tamu. "Astaga.. kamu enggak sabar banget. Liat anak kita sabar nungguin aku. Enggak kayak kamu bawel." "Kaffa!!" Lea menekan suaranya seraya bibirnya memaju ke depan. "Maaf, Honey. Aku bercanda." Kata Kaffa tersenyum dengan tangan mengelus lembut pipi Lea. "Ih.. Daddy, Mommy. Cepat aku kan mau lihat Papa Dio jadi pengantin sama Tante Nina." Lea berjongkok agar tubuhnya sejajar dengan putranya. "Kaffa mau lihat Papa Dio jadi pengantin." Kaffa junior mengangguk dengan menyengir. "Iya mau." "Ayo.. kita pergi

