"Ha--halo." Lea tergagap menjawab ponselnya dari Alzio. "Pulang sekarang..!!!" Ucap Alzio terdengar menahan emosi. Tanpa mendengar jawaban Lea lagi, Saudara lelakinya itu memutuskan telponmya. Lea kembali duduk di sofa ruang tamu dengan wajah pucatnya karena takut pada sang kakaknya itu. Suasana kerap menjadi hening melihat keadaan Lea yang seakan ketakutan. Semua menunggu penjelasan keadaannya. "Aku harus pulang." Akhirnya Lea bersuara pelan. "Loh, Kenapa buru-buru. Ini masih awal juga." Ucap bunda. "Honey, Apa yang terjadi." Kaffa berucap seraya mengenggam tangan Lea yang duduk disampingnya. "Kak zio telpon, sepertinya dia udah pulang." Ujar Lea panik. "Aku harus pulang." "Ya.. sudah. Aku antar." "Jangan.. Kak Zio bisa curiga." Seru Lea. Sepertinya kali ini Kaffa harus meny

