Akhirnya mereka sampai didepan parkiran rumah sakit, dimana tempat Kaffa dirawat. Lea turun berlari. Alzio terbelalak, Karena Lea benar lupa jika dia hamil. Dengan cepat Alzio mengejar Lea, Lalu mencekal tangan adiknya. "Ingat kamu Hamil, Le. Jangan berlari." Nafas Lea sudah turun naik tertatih, rasa takutnya semakin memghantam dirinya sendiri. "Maaf.. Aku lupa." Ucap Lea setengah rasa sesalnya. Sungguh Lea Lupa jika dirinya tengah hamil muda. Lea mengelus perut yang masih tampak rata. 'Maaf ya sayang.' batin Lea seiringan dengan ia memandang perutnya. Entah kenapa lutut Lea terasa bergetar hebat disaat ingin memasuki ruangan Kaffa. Dan benar... Ternyata ruangan itu kosong, Hati Lea terenyuk. Jantung Lea terasa diremas kuat, nafasnya seakan tersedat batu kerikil yang menarik laranya

