Aku akhirnya menemani Sherin hingga malam, saat dia udah tidur baru aku balik ke Apartemen. Ada orangtuanya yang menemani dia, buat apa aku nginep. Sherin juga tidur di ruangan VVIP jadi bebas buat keluarganya untuk nginep. Malamnya aku sempat duduk dan berbincang dengan Papa Sherin. Aku takut dia marah karena aku mutusin anaknya, tapi malah dia yang merasa bersalah. Dia yang membuat Sherin seperti itu. Sherin dan adiknya yang berbeda umur yang jauh membuat Sherin merasa kasih sayang orangtua mereka itu berkurang. Padahal itu hanya perasaannya aja, namanya adiknya masih kecil yah dimanjain dengan semuanya. Apalagi anak laki dengan kebandelan luar biasa, lebih butuh perhatian orang tua. Sherin akhirnya mendapatkan kasih sayang dari pacar pertamanya, persis seperti cerita Sherin dulu. Papa

