"Terima kasih. Kau selalu saja ada di saat aku membutuhkan bantuan," ucap Lili merasa terharu atas apa yang telah dilakukan oleh Jim. Lelaki itu telah selesai mengoles cream penghilang memar, lalu menatap tajam pada Lili, masih dengan posisinya yang duduk di hadapan wanita itu. "Kau ini memang cari mati saja rupanya. Sudah tahu Hans dan Kezia itu adalah orang-orang yang harus kau jauhi, untuk apa juga masih harus berurusan dengan mereka." Jim beranjak berdiri dan kembali pada singgasananya. "Itu semua bukan keinginanku, Jim. Tapi Hans sendiri yang tidak tau malu terus saja mengejarku." Kali ini Lili telah melupakan posisinya sebagai seorang asisten pribadi. Ia terlalu geram jika mengingat Hans yang sesuka hati kepadanya. "Apalagi yang sebenarnya dia mau darimu?" "Itu juga yang aku ti

