Camelia berlari terburu - buru, karena takut sang ayah akan khawatir sebab ia agak kesusahan untuk mencari toilet tadi. Dan juga dengan ia telah tidak sengaja menabrak seseorang dengan tidak sengaja.
Dari kejauhan lia melihat sang ayah sedang mengobrol dengan beberapa orang, mungkin itu adalah teman - teman ayahnya yang biasa pergi dengan sang ayah.
" Ayah.. !! " Camelia memanggil sang ayah setelah berada di dekat sang ayah.
" Oh, Lia .. Kamu kemana saja ? Ayah cemas karena kamu lama sekali.. ? " tanya sang ayah dengan wajah khawatirnya.
" Maaf ayah tadi aku agak kesulitan untuk menemukan letak toilet yang ada di sini.. ! " Dengan wajah menyesal Dikeluarkanlah karena telah membuat sang ayah khawatir.
" Tidak apa - apa yang penting kamu sudah kembali.. " hibur sang ayah karena melihat wajah sang putri agak murung.
" Ayo sini... Ayah kenalkan pada teman - teman ayah .. " Ajak sang ayah.
" Wah Beni siapa gadis cantik yang datang bersama kamu ini.. ? " Tanya salah satu teman Beni ayah Camelia.
" Ha.. Ha.. Ha.. kau bisa saja ... Ini camelia putri bungsu ku, dia memang cantik , soalnya kalian bisa lihat dari bibit siapa ia tumbuh.. !! " Canda Beni sambil tertawa dan sedikit sombong di akhir kalimat, sekaligus membuat Camelia merasa nyaman.
" Sombong sekali kamu..
!! Hai nona cantik sudah punya pacar.. ? " tanya salah satu teman ayahnya..
Camelia yang di tanya seperti itu hanya bisa tersenyum malu, tapi tetap menjawab apa yang di tanyakan padanya. " Sekarang belum om.. " jawab lia dengan agak malu yang di jawab dengan senyum ramah teman - teman sang ayah.
Camelia yang semula canggung mulai nyaman, karena teman - teman ayahnya yang mempunyai jiwa muda. Obrolan terus berlanjut dengan beberapa pertanyaan yang di tunjukan kepada Camelia seperti kuliah atau kerja, kerja di mana bahkan ada yang mencalonkan anak mereka menjadi pacar Camelia, yang di tanggapi dengan jawaban yang setengah bercanda baik dari Camelia atau pun Beni selaku sang ayah.
" Hei... Ayo sudah waktunya kita berangkat " Ajak salah satu teman Beni sang ayah.
Beni melihat Camelia sang putri, " Kamu sudah siap .. ? " Tanya Beni kepada anaknya.
" Aku siap ayah ..Ayo .." Dengan semangat Camelia mulai melangkah, ia membawa tas punggung tak besar karena rencananya memang mereka tak akan menginap ,hanya botol air sedang dan kamera yang ia bawa untuk mengabadikan gambar yang ia ambil, sebagi lanang b kenangan pertama kalinya ia naik gunung lagi.
Dulu saat masih duduk di bangku kuliah dia sangat suka mendaki gunung,dengan teman - teman pecinta gunung di kampusnya., tapi saat semester akhir ia jadi jarang sebab sibuk dengan skripsi nya yang banyak menghabiskan waktu juga tenaganya.
Sepanjang perjalanan Camelia banyak berhenti hanya sekedar untuk memotret objek yang menurutnya bagus untuk ia abadikan.
" Ayah duluan saja, Lia akan mengambil beberapa gambar untuk koleksi.. " ucapan Lia tadi setelah mereka mulai mendaki dan di anggito sang ayah.
" Ok .. Tapi kalau jangan jauh - jauh ya, ayah takut kamu tersesat sayang.. " ucapan sang ayah mengingatkan.
Setelah di rasa cukup Camelia melanjutkan lagi perjalanannya. Camelia menghirup udara segar alam yang masuk ke hidungnya lalu menyimpannya di paru- paru tubuhnya.
" Rasanya menyenangkan, bisa kembali merasakannya.. " guman Camelia sambil merentangkan kedua tangannya, agar ia bisa merasakan hembusan angin yang sejuk menerpa kulit tubuhnya..
pemandangan yang indah seakan menghipnotis, tubuh Camelia untuk mengagumi kuasa yang maha kuasa. Sawah yang mulai menguning terlihat di kejauhan, dan langit yang biru tak ada awan menbuat langit terlihat cerah.
Setelah puas dengan apa yang ia lihat , ai memutuskan untuk kembali melanjutkan berjalannya.Karena takut akan semakin tertinggal jauh dengan rombongan ayahnya.
BRUK..
Tiba - tiba ia menabrak seseorang dan membuat ia terjatuh ke belakang.
" Aduh perasaan dari tadi jatuh terus deh, gimana nasib p****t cantik ku ini nanti.. " gerutu Camelia karena sudah dua kali ia terjatuh hari ini.
Camelia menatap dua orang laki - laki di depannya dengan tajam.
Setelah berhasil bangkit Camelia langsung memarahi siapa yang sudah membuat ia terjatuh.
" Kamu kalau jalan liat - liat donk.. " Omel camelia tiba - tiba sambil menatap lawan bicaranya tajam.
Sementara yang di tatap hanya memandang heran sekaligus aneh pikirnya.
" Yang salah tak siapa.. Yang marah siapa.. ? " gumamnya dalam hati.Baru mau membuka mulut ,ucapan bernada cetuk terdengar terlebih dulu dari Camelia.
" Ih di ajak ngomong malah bengong, dasar aneh.. Dasar cowok nyebelin.. " marah Camelia.
Kemudian ia berlalu pergi dari hadapan dua orang laki - laki yang ada di hadapannya.
Orang laki - laki itu saling pangang kemudian mengedikan bahu seakan heran.
" Gadis yang lucu.. " sahut salah seorang dari mereka.
" Lucu dari mana.. ? Galak plus judes.. !! " ucap pria yang lain.
" Tapi dia cantik kan Ar... " ucap pria yang pertama.
" Di luar sana juga banyak yang cantik.. Toni saputra !! " ejek pria yang di panggil Ar.
" Hei... Akhirnya seorang Arya Hermawan, mengucapkan bahwa di dunia ini banyak wanita yang cantik.. " ejek tak mau kalah laki - laki yang bernama Toni.
Tapi tak di hiraukan oleh laki - laki yang bernama Arya.
###
Sedangkan di sebuah ruang kampus, lebih tepatnya di ruangan dosen ,Rama tidak berhenti memandangi foto seorang gadis yang tengah tersenyum, kearah kamera sambil memegang kembang gula dari ponsel pintarnya.
" Aku gak akan pernah melepaskan mu sayang. Tak akan pernah "
Entah kenapa ia merasa hubungan yang ia rasakan dengan siska terasa hambar sekarang. padahal ketika hubungannya dengan Camelia masih baik - baik saja, Hubungan yang ia jalani dengan Siska terasa menyenangkan.
Perasaan yang menggebu - gebu, sehari tak bertemu saja rasanya ia sengsara. Tapi ketika semuanya terbongkar rasanya ia sudah tidak merasakan rasa rindu yang menggebu itu untuk siska.
Rama memijat pelipisnya yang terasa pusing, entahlah sebenarnya apa yang di rasakan selama ini kepada Siska itu apa, apakah memang benar cinta atau yang lain. Yang pasti sekarang ia pusing dengan keadaannya sekarang.
Suara dering ponsel terdengar, panggil dari siska .Dengan malas Rama mengangkat panggil tersebut,
" Halo "
"...."
" Iya nanti kita akan ketemu di tempat biasa "
"..."
" Iya.. Aku masih di kampus, nanti sebelum berangkat aku kabari ya... "
" ..."
" Bye..."
Setelah panggilan berakhir Rama hanya menatap handphone nya dengan diam,.
" Camelia sayang aku kangen.. "