episode 35.

1166 Kata
" Aku merindukan mu... " bisik sosok tersebut. Arya tersadar setelah ia berdiam cukup lama, Arya mendorong tubuh orang tersebut dan langsung memutar tubuhnya kebelakang menatap sosok yang juga terkejut sama seperti dirinya, Camelia langsung masuk kedalam lift yang kebetulan terbuka. Arya yang melihat Camelia seperti kecewa langsung mengeraskan rahangnya dan menatap kembali wanita yang berdiri di depannya itu dengan pandangan tidak suka. " Apa yang kamu lakukan di sini, " ucap Arya dingin, dan menatap orang tersebut marah. " Hey sayang aku mau bicara dan menjelaskan apa yang terjadi dulu oke. " ucapnya dengan nada sedih. " Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, hubungan kita sudah selesai dua tahun lalu ,kamu mengerti sarah ? " ucap Arya sambil menahan emosi., ya orang tersebut adalah sarah. " No... kita belum berakhir Ar, aku gak pernah setuju untuk memutuskan pertunangan kita dulu, aku cinta kamu dan aku yakin kamu juga masih sangat mencintai aku kan ? " Ucap sarah dengan tak tahu malu. " Apa kamu pikir aku masih mau dengan perempuan yang sudah menghianati tunangannya sendiri, yang memilih bersenang - senang di saat tunangannya sedang berjuang untuk masa depan mereka.Aku sudah tidak mencintai mu lagi. " tegas Arya lalu memutar badannya meninggalkan Sarah yang diam mematung,. ia berjalan keluar dari kantor menuju mobilnya. Tak di hiraukan bisik - bisik karyawan yang membicarakannya yang ia butuhkan hanya menenangkan dirinya dulu. Camelia termenung dengan kejadian yang ia lihat di lobby barusan, ia kaget tentu saja siapa yang tidak kaget bahkan semua orang pun yang menyaksikan hal tersebut tak akan menyangka bahwa akan menyaksikan hal tersebut dari bos mereka. Tapi ada yang mengganggu Camelia sepertinya ia pernah melihat perempuan tersebut tapi dimana ya ia lupa. menghembuskan nafasnya kasar Camelia memijat kepalanya pusing. Arya baru saja mengajaknya menjalin hubungan baru tapi ternyata masa lalunya pun belum lah usai, apa yang harus ia ambil. Ia tak ingin merasakan sakit lagi akibat patah hati. " Gila siang - siang begini di kasih drama percintaan bos ganteng. " Desi menggeleng tak percaya dengan apa yang baru ia saksikan. " Ia tapi gur kayak pernah melihat tuh perempuan deh ! tapi dimana ya? " Laras bertanya sambil berusaha mengingat - ingat. " Lia lo inget gak kita pernah liat di mana? " tanya Laras kemudian menatap Camelia. Camelia yang tadi sedang memijat kepalanya pusing mengangkat kepalanya lalu menggeleng tanda tak ingat. " Gue ingat... " ucap Desi dengan semangat setelah beberapa saat hening. " Tuh cewek pernah datang beberapa hari yang lalu kan pas jam istirahat juga, iya kan? pas kita balik makan siang inget gak? " tanya Desi yakin. " Iya bener gue inget, ternyata dia pacar pak bos pantes waktu itu ia nyebut nama Arya, pasti yang ia maksud ya pak Arya kan ? " laras membenarkan apa yang di ucapkan Desi. Melihat Camelia yang hanya diam Laras merasa aneh. " Lo kenapa Lia tumben diem ? " Tanya Laras yang melihat Camelia yang dari tadi diam terlihat murung. " Gak ... Ayo kita kerja, ntar di PHK masal mau lo pada? " Camelia mengalihkan pembicaraan dari membahas Arya, jujur ia sedang tak ingin membahas itu dulu. Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia mengemudi tak tentu arah tak ia peduli jika yang ia lakukan mengganggu pengendara lain. Setelah berputar - putar tak tentu arah ia menepikan mobilnya di pinggir jalan ,ia menggenggam stir kemudi dengan kencang untuk menyalurkan rasa marah yang sedang ia rasakan. " Dasar wanita b******k ,tak tahu malu berani - beraninya ia menunjukan wajahnya lagi setelah apa uang ia lakukan . " Arya memaki keras di dalam mobilnya. Tapi tak lama kemudian ia menenggelamkan wajahnya di kemudi mobil, tubuhnya bergetar perlahan hingga tak lama terdengar idaman yang keluar dari mulutnya. " Hiks ...Hiks ... " isak tangis Arya tak dapat tertahan, terdengar memilukan bagi yang mendengarnya lama. Setelah merasa lebih baik Arya berusaha menghentikan tangisannya, " Ternyata masih terasa sakit, aku kira sudah benar - benar sembuh." gumamnya lirih. Arya keluar dari mobil berniat ingin mencari udara segar, ia mengedarkan pandangannya ke berbagai arah hingga akhirnya ia tersenyum kecil. " Kenapa gue berakhir di sini? " tanya Arya sambil menatap sekeliling, ia berada di taman, taman yang membuat hubungan ia lebih dekat dengan Camelia. Menghembuskan nafas tiba - tiba ia mengingat Camelia, apa yang dipikirkan gadis itu setelah melihat kejadian tadi siang, sepertinya gadis itu kecele dengannya. memilih duduk di salah satu bangku yang terdapat disana, Arya berpikir Camelia pasti tidak akan mau menjalin hubungan dengannya. Arya termenung lama di bangku tersebut hingga suara dering ponsel mengganggunya. " Hallo... " "... " " Baiklah saya akan kesana, suruh tunggu tiga puluh menit, saya akan segera sampai. " ucap Arya pada orang tersebut Arya berjalan dengan sedikit cepat menuju mobilnya, ia harus pergi ke kantor karena ia lupa ada meting penting dadakan dengan kliennya, walaupun ia dalam kondisi yang tidak baik tapi ia harus melakukannya, sebab ia sekarang punya tanggung jawab pada karyawannya. Arya sampai di sambut dengan wajah lega wina sekretarisnya, yang dari tadi khawatir dengan bosnya itu. " Sorry ya Win... merepotkan kamu, dan makasih sudah menelpon saya tadi. " Arya berkata sambil berjalan menuju ruang rapat. " Gak apa - apa pak, kan memang tugas saya yang harus mengingatkan dan memberitahu bapak. " ucap Wina, ta yang tadi menelpon Arya adalah Wina. " Mari pak , pak Dimas dari PT Semesta sudah menunggu di ruang rapat. " Arya hanya mengangguk dan berjalan menuju ruang rapat. Lelah itu yang Arya rasakan sekarang dua jam lamanya ia baru saja menyelesaikan rapat nya dengan PT Semesta, membahas tentang pembangunan beberapa Apartemen di beberapa kota yang mereka rencanakan. Membuka ponselnya berharap ada pesan dari no bernama cabe tapi tak ada satu pun yang ia terima hanya dari ibunya yang menanyakan kapan akan pulang. Sepertinya gadis itu benar - benar salah paham, memutar kursi yang ia duduki menghadap jendela besar yang berada di belakang meja kerjanya, arya mental dengan tatapan sedikit kosong. " Cabe aku Mohon jangan salah paham, aku benar - benar menyukai mu, tidak ada tempat buah mantan tunangan ku untuk kembali . " ucap Arya sendu. Camelia pulang dengan wajah lesu, ia belum bisa melupakan kejadian yang terjadi tadi siang, dua kejadian yang membuatnya benar - benar pusing. " Gue pengen tidur. " ucap Camelia sesaat setelah ia berhasil memarkirkan motornya di garasi rumah yang sudah lama tidak ia kendarai. " Lia ... " ucap sebuah suara mengagetkan Camelia yang memang sedang galau, " Ngapain sih lo kesini ? gue lagi pusing... " ucap Camelia setelah mengetahui suara siapa itu. Melihat respon yang sudah ia duga, ia berusaha bersikap biasa saja .sebab ia memang salah, semua berawal dari kesalahannya jadi akan akan berusaha dan tak menyerah. Camelia berbalik pergi berjalan dengan cepat enggan untuk menanggapi apa yang akan di bicarakan orang tersebut, tapi ia mematung saat merasakan sebuah tangan kokoh memeluknya dari belakang. " Aku kangen kamu, maafkan aku... " ucapnya dengan suara sendu yang membuat Camelia sesak dalam dadanya. by Cha88. tekan ♥️ dan follow makasih
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN