episode 5.

1197 Kata
Semenjak pembicaraan malam itu antara lia dan siska, hubungan keduanya hanya sekedar saling sapa ketika di hadapan orang tua mereka saja. siska yang bersikap seolah dia tidak salah, karena kalau sudah cinta mau bilang apa, yang dia tau Rama menyukainya itu tak salahkan karena dia pun juga sama sangat menyukai Rama, itu yang ada di benak siska. Lain halnya dengan siska, Lia sekarang bersikap seakan dia baik - baik saja, ia sekarang sudah mulai memfokuskan untuk membahagiakan diri dan melupakan rasa sakit hati yang dirasakannya. Tapi semakin ia berusaha bayangan itu susah akan hilang seakan terus menerus mengikutinya, apalagi Rama masih sering mencoba menemuinya baik di kantor atau di rumah. Seperti sekarang ketika lia akan makan siang dengan teman - temannya Rama sudah menunggu di loby kantor tempat lia berkerja. Kalau kemarin - kemarin lia masih bisa putar balik tapi hari ini sepertinya ia sedang tidak beruntung, Rama sepertinya sudah menduga kalau lia akan menghindar darinya, makanya begitu ia melihat lia keluar dari lif , dia langsung menarik tangan lia menuju mobil yang ia parkir tidak jauh dari loby kantor. Camelia yang terkejut langsung meronta minta di lepaskan. Namun sayang sekuat apa pun ia berontak tidak bisa, tenaganya tidak sebanding dengan Rama. Rama langsung mendorong lia masuk kedalam mobil setelah membukanya dan langsung memasukan lia secara paksa, dan ia juga bergegas langsung masuk kedalam mobil, lalu mengunci semua pintu dipahami tidak bisa keluar. Hal itu memicu amarah lia. " Apa yang kamu lakukan Rama.. " teriak lia dari dalam mobil.Tapi teriakan lia tidak mendapatkan respon dari Rama, bahkan dia tidak memperdulikan tatapan tajam yang di berikan lia kepadanya. Tidak menunggu lama Rama menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe, cafe yang tidak asing bagi lia maupun Rama karena mereka sering pergi ketempat itu. Sekali lagi Rama, menarik tangan lia ketika ia sudah turun dari dalam mobil, tapi sekarang ia tidak terlalu kasar karna lia pun sudah tidak berontak lagi, mungkin dia berpikir percuma juga tenaganya tidak akan bisa menang dari rama. Setelah mencari meja kosong dan duduk di kursi yang di dapatnya Rama dan lia duduk berhadap - hadapan. " Kamu pesan apa sayang.. " tanya Rama lembut, seakan tidak ada yang terjadi dengan hubungan mereka. Sedangkan lia hanya menatap tajam Rama dengan pandangan benci, yang yang tak mendapat jawaban dari lia bersikap seolah - olah tidak ada apa - apa, ia memanggil pelayan memesan nasi goreng seafood kesukaan mereka dan jus alpukat dan jus jeruk untuk mereka. Setelah pelayan mencatat dan pergi Rama menatap lia dengan pandangan tak terbaca. Karena tidak tahan akhirnya lia mengulang kembali pertanyaannya. " Mau apa kamu sebenarnya.. ? " tanya lia tak tahan. Tapi yang ia dapat hanya Rama yang melihat dia pandangan entah lah. " Ya sudah, aku pergi.. ! " kata lia seraya bangkit dari duduknya. Tapi lagi - lagi Rama menahan lia untuk bangkit. Akhirnya setelah sekian lama bungkam akhirnya Rama buka suara. " Kamu apa kabar,... ? " tanya Rama. Lia yang mendengar Rama menanyakan kabarnya hanya mengangkat sebelah alisnya seakan tidak mengerti dengan apa yang apa yang di dengar nya. Seakan mengerti bahwa lia enggan menjawab pertanyaannya, Rama melanjutkan ucapannya. " Aku mau minta maaf jika kamu terluka dengan apa yang aku lakukan dengan siska, tapi aku hanya mencoba jujur dengan apa yang aku rasakan. Entah lah apa yang aku rasakan ini benar suka atau tidak yang pasti aku nyaman ketika aku ngobrol dengan siska sama dengan yang aku rasa sama kamu.. " lanjut Rama. " Siska juga setuju untuk aku jadikan yang kedua, jadi kamu jangan khawatir kalau hubungan kita akan berakhir, karena aku masih sangat mencintai mu.. ! " ucap Rama, dengan senyum yang ia tampilkan. Camelia yang sejak awal, sudah malas dengan kedatangan Rama sekarang berubah marah setelah mendengar apa yang di ucapkan Rama, apa yang di maksud Rama ia ingin menjalin hubungan dengan dua orang perempuan begitu.. Wah benar - benar gila menurut lia. Camelia yang sudah tidak tahan mendengar semua yang di ucapkan Rama, mengambil gelas yang berisi Jus alpukat yang sudah di hidangkan pelayan kemudian di siramkan ke wajah Rama. Dan berteriak marah ke arah Rama. " Kamu gila... ! Sungguh benar - benar gila... !! " teriak lia sambil menujuk muka Rama dengan tangannya. Setelah itu lia pergi tapi tangannya di tahan Rama yang tidak terima dengan perlakuan lia. " memang salah kalau aku ingin mempertahankan kamu juga kakak mu.. ? " marah Rama yang juga terselut emosi. Kemarahan yang selama ini lia pendam akhirnya tak tertahankan lagi, saat Rama lengah melepas tangan lia, lia langsung menampar Rama. PLAK... Suara tamparan menambah minat orang yang semula hanya penasaran dengan apa yang mereka lakukan, sekarang menatap mereka dengan ke ingin tahuan yang lebih. " Aku menyesal pernah menganggap kamu orang yang spesial buat aku.., ternyata aku salah kamu hanya sampah pria b******k yang tidak tahu malu.Kamu bilang mau menjadikan aku dan kak siska pacar mu , sorry.. Aku tidak tertarik.. " teriak marah lia, dengan air mata yang tiba - tiba mengalir di pipinya. " Dan perlu aku ulangi lagi sejak kejadian waktu itu kamu bukan lagi pacar aku.. KAMU DENGAR KAMU BUKAN PACAR AKU LAGI... Hubungan kita berakhir. Kamu itu sih saja kakak aku, aku gak butuh kamu... " ucap lia sambil berlari meninggalkan Rama yang masih kaget dengan kejadian baru saja terjadi... Camelia yang sudah keluar dari cafe lalu menghentikan taxi yang kebetulan lewat di situ. Sedangkan Rama yang baru menyadari kalau lia sudah pergi tidak berniat meninggalkan cafe. Jujur ai masih shock dengan apa yang ia alami, camelia yang biasanya ceria dan ramah kepada siapa saja tadi menamparnya dan memaki dirinya b******k. ## Rama pov. Setelah lia pergi aku terduduk lagi di kursi yang tadi aku duduki, tak ku peduli kan orang - orang yang masih menatap penasaran kearah ku atas kejadian barusan. Aku termenung mengingat apa yang di ucapkan lia kepadaku " lelaki b******k " julukan yang lia berikan padaku.Bukan panggilan sayang seperti yang biasa ia berikan pada ku, hatiku sakit mendengarnya mengatakan kata itu pada ku. Aku sungguh merasa sangat berdosa, telah melukai perempuan sebaik lia. Dia tidak pernah mengeluh walaupun waktu ku sering tersita dengan kegiatan ku bersama mahasiswa ku.Ia yang selalu memberi semangat saat aku merasa lelah, karena banyaknya tugas yang menguras tenaga dan pikiran ku sebagai dosen dan pembimbing skripsi. Jujur aku sangat mencintai lia ,dia wanita yang bisa membuat hari ku jadi lebih hidup. Tapi siska kakaknya juga memberikan apa yang tidak pernah lia lakukan kepada ku, siska sedikit agresif dan sebagai lelaki aku menyukainya. Pas awal lia mengenalkan aku pada keluarganya, siska sudah curi - curi pandang padaku, tapi ku abaikan karna dia kakak lia jadi aku hanya sekedar kenal saja. Tapi lama kelamaan siska memberikan sinyal yang lain, yang entah lah membuat aku suka dengan sikapnya, sehingga kadang kalau lia sibuk di kantor, kadang aku suka jalan dengan siska walau cuman makan atau nonton. Yang lama kelamaan jadi nyaman dan aku merasa jatuh cinta lagi pada siska. Aku pun mencoba menyatakan rasa suka ku pada siska dan hebatnya siska pun punya rasa yang sama, hingga kami memutuskan menjalin hubungan di belakang lia.. Tapi sayang baru satu bulan kami menjalin hubungan lia mengetahui hubungan kami. Dan lia minta putus. #by cha88.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN