Yogi penasaran dengan Reynold mengenai isi hati nya
"apa kau menyesal kasar kepada Hanen? seharusnya ada rasa sesal dalam hati mu saat kau sudah memukuli orang yang sangat baik seperti Hanen,dan jangan sampai kau mencintai nya Rey,aku takut kau akan kena karma nya" Yogi memperingati Reynold agar lebih tau diri mengingat sifat kejam nya kepada Hanen
Reynold menghisap sebatang rokoknya dengan santai nya dan tersenyum tipis,"aku Reynold Anggara dan aku mafia terkejam di kota ini,jika aku bermain perasaan maka kita tidak akan sampai di titik ini Yogi,aku baik kepada nya karena aku telah memukuli nya dan menembaki Gilang"
Yogi melihat kebohongan di mata Reynold,dan dia pun menghabiskan rokoknya dan segera bekerja lagi" Bos sudah banyak job antri, bagaimana kelanjutannya?"
"uang mu sudah habis Yogi,apa kau masih kekurangan sampai ingin aku bekerja lagi, beristirahat lah sebentar karena jika kita bekerja tidak akan ada kata istirahat" Reynold menggoda Yogi yang tersenyum mendengar perkataan Reynold.
"aku ingin memiliki aset seperti mu Rey,jika kelak aku punya istri dan anak, setidaknya mereka tidak akan dalam bahaya dan aku ingin menjadi seorang peretas ulung untuk kebaikan negara kita ini" Yogi menerangkan alasannya pada Reynold.
Reynold terdiam mendengar ucapan Yogi yang berada dibawah umurnya "bekerja lah dengan kerja keras Yogi,biarkan uang yang mencari mu,menikah masih terlalu muda untuk mu, dan kau jangan lupa kau sudah kalah dari Hanen, seperti nya aku perlu mengirim mu ke negara XD untuk menemui tuan George"
"tapi aku ingin memiliki keluarga Rey,ingin mempunyai anak juga, sudahlah aku tidak akan kemana-mana lagi" Yogi membayangkan bagaimana jika dia berkeluarga.
Reynold belum memikirkan kesana karena masih banyak kasus yang harus dipecahkannya "Yogi,aku masih mau menuntaskan masalah keluarga ku dulu, mungkin setelah itu aku akan mengambil pekerjaan buat kita lagi, menikah masih jauh dari hidupku"
Yogi mengangguk pada Reynold,dia sudah janji akan mengabdi pada Reynold dan akan selalu membantu Reynold "aku akan selalu bersama mu Rey, kita mulai dari Gilang dan Hanen dulu Rey,biarkan mereka bersatu Rey,kau tau kesalahan bukan pada mereka, setidaknya kita bisa tenang sedikit".
"baiklah aku akan mengantar nya nanti,kau lanjut lah bekerja,aku mau memeriksa dapur dulu" Reynold berdiri dan meninggalkan meja makan dan Yogi pun melakukan hal yang sama
Hanen sedang asyik bercerita dengan Jesi dan Asssistant yang lain nya sedang beristirahat karena pekerjaan di rumah Reynold sudah selesai
"Hanen,sebelum kamu masuk ke rumah ini,apa saja kegiatan mu sehari hari" Jesi penasaran dengan Hanen yang selalu diteror Reynold.
"sudah 6 bulan lebih aku tidak pernah keluar rumah karena selalu diteror anak buah Reynold,aku dulu seorang dokter di rumah sakit terbesar di kota ini,tapi tempat ku bekerja pun jadi imbasnya" Hanen bercerita dengan wajah sedihnya,yang membuat Jesi kasihan dan mengelus rambut Hanen.
"Reynold orang yang sangat baik" Jesi mencoba menenangkan Hanen yang mulai menangis.
"dia sangat kejam,aku benci dia,dia menembaki papa ku,mama ku Juga meninggalkan kami karena dia muak dengan teror Reynold,dia menamparku dan melukai ku sampai aku seperti ini Nyonya,aku bahkan harus meninggalkan pendidikan S2 yang sangat susah ku raih, itulah impian terbesar ku" Hanen membenci Reynold yang merusak semua impian nya
Reynold mendengar ucapan Hanen dia merasa sakit didalam dadanya mendengar semua cerita Hanen yang tidak dia lakukan sama sekali "aku hanya sekali menyerang keluarga Salvior tapi kenapa bisa selama itu dia tidak bisa kemana mana, b******n itu memakai nama ku untuk membuat Hanen ketakutan"
Reynold meninggalkan dapur dan masuk kedalam ruangan kerjanya, Reynold mulai menyibukkan dirinya dengan bekerja, Hanen pun meninggalkan Jesi karena dia mengantuk dan masuk kedalam kamarnya.
di rumah Gilang Salvior
Gilang sudah sangat frustasi membayangkan putrinya ditangan Reynold,dan di menelfon Yogi untuk menanyakan kabar Hanen.
Gilang : Tuan,apakah anak ku masih hidup,aku sangat merindukan putriku Hanen.
Yogi : tenanglah tuan,nanti kami akan mengantar putri mu pulang, jangan pikirkan apa apa lagi,jaga kesehatanmu supaya Hanen senang bertemu dengan mu.
panggilan telefon terputus, Gilang merasa bahagia sekali,dia pun merapikan rumah dan merapikan dirinya,dan memasak makanan kesukaan Hanen karna dia pasti senang.
di rumah Wenzar Selov
"apa yang terjadi dengan semua komputer diruang kerjaku,kenapa semua tidak bisa digunakan lagi" Wenzar berteriak kepada peretas kebanggan nya yang bernama Zeo
Zeo tidak menyangka sekali Yogi musuh bebuyutan nya bisa menyerangnya dengan cara seperti itu "Yogi kau sudah sangat ganas sekarang,bahkan ini baru ku pelajari dan kau sudah bisa menyerang ku, siapa orang yang mengajarkan mu sampai sejauh ini, apakah tuan George?"
Zeo sedang berusaha tapi gagal semua komputernya rusak sudah tidak bisa lagi dipergunakan, bahkan Zeo kalah telak dari Yogi
"jadi semua data sudah hilang dari komputernya Zeo,apa yang kau pelajari dari Tuan George,apa?" Wenzar sangat marah pada Zeo dan menampar pipi nya
"maaf Tuan ini sudah tidak bisa lagi dipergunakan,apalagi yang bisa saya lakukan"
Zeo kesal dan memendam emosi nya pada Wenzar dan Yogi
"kerahkan semua anak buah ku untuk mengawasi rumah Reynold supaya kita bisa menyerang nya" perintah Wenzar langsung dilakukan oleh Zeo tanpa berkata-kata lagi
hari sudah beranjak sore Hanen baru bangun dari tidurnya dan dia pun segera mandi dan keluar dari kamarnya.
Reynold dan Yogi sedang diskusi di ruang kerja Reynold membahas teror yang diterima Hanen.
"kenapa ada teror seperti itu Yogi,aku hanya menyerang keluarga Hanen 1 kali,dan aku tidak pernah memerintahkan siapapun juga mengganggu Hanen" Reynold merasa namanya sudah buruk di mata Hanen,dai semakin tak percaya diri untuk mendekati Hanen
Yogi juga tidak tau mengenai itu karna dia hanya sebagai peretas dan menjaga data Reynold "aku tidak tau soal itu Rey,itu semua ada dibawah kendali mu bukan aku,tapi ini sudah keterlaluan dengan menjual nama mu"
Reynold benar-benar frustasi dan kesal pada dirinya "kumpulkan semua anak buah ku,dan aku yang akan langsung memilih dan menghabisi pengkhianat yang bisa gampang nya masuk ke dalam rumah ku"
Yogi memanggil kepala bodyguard untuk mengumpulkan semua anak buahnya,dan semua sudah berkumpul di lapangan rumah Reynold dengan wajah yang ketakutan
Reynold datang bersama Yogi, dengan suara besarnya dia mengatakan peraturan baru dirumahnya " serahkan semua data diri keluarga kalian jika masih ingin bekerja disini, karena keamanan dirumah ku mulai terancam jadi siapapun yang berkhianat akan aku habisi semua keluarganya tanpa belas kasih"
semua bodyguard Reynold tertegun mendengar peraturan baru Reynold "semuanya kalian serahkan data data keluarga kalian selama 30 menit" kepala bodyguard pun memberi perintah pada anak buahnya
Reynold menambah kan keuntungan jika yang setia kepadanya "keamanan keluarga kalian akan aku jamin,masa depan merekapun akan aku janjikan cemerlang"
akhirnya semua bodyguard menyerahkan data diri keluarganya masing-masing,dan Yogi pun menerima nya dan mulai melacak satu persatu apa benar atau tidak data yang diberikan.
Reynold memanggil kepala bodyguard "Aston beri mereka pelatihan ekstra dan latih mereka supaya lebih tangkas lagi,kau terlalu santai sepertinya sehingga ada serangan yang tidak kau tau"
Aston menjawab perintah Reynold dan memastikan anak buahnya akan semakin kuat "akan saya lakukan tuan,maaf atas keteledoran saya tuan tidak tau ada serangan di dapur"
Reynold dan Yogi masuk kedalam rumahnya untuk membahas semua rumah Reynold yang akan dipasang pengaman yang lebih canggih lagi
Yogi ingin pekerjaan selesai satu persatu dulu dengan memulangkan Hanen dulu "Rey selesaikan Hanen dulu biarkan dia pulang dulu,baru kita bisa lebih leluasa membahas pekerjaan kita selanjutnya,kau tidak mau dia mendengar pekerjaan mu yang sebenarnya kan?"
Reynold baru ingat harus memulangkan Hanen kepada Gilang "aku akan mengatakan pada Hanen untuk bersiap siap dulu dan kita antar dia jika sudah selesai"
Reynold masuk ke kamar Hanen dan Yogi pun kembali ke ruang kerjanya "Hanen,kau pulang sekarang bersiap siaplah,aku takut nanti kaki mu di gigit kunang kunang jika terlalu lama di dalam kamar ini"
Hanen langsung berlari dan bersembunyi dibelakang Reynold dan menyembunyikan wajahnya di badan Reynold " aku takut Rey,aku mau pulang saja,dan jangan ganggu hidup kami lagi Rey,aku mohon"
Reynold merasa senang sekali dengan tangan Hanen yang melingkar di pinggang nya "aku tidak akan mengganggu mu lagi, hiduplah dengan benar dan jadilah Dokter yang hebat,dan jika aku terluka tolong obati aku dengan tangan mulia mu ini,aku sudah menganggap kau memaafkan ku karena sudah memeluk ku duluan"
Hanen sadar dan malu dengan kelakuannya "maaf Rey,aku keluar dulu dan menunggu di ruang TV mu saja" Hanen pun keluar dengan rasa malu
"kenapa aku memeluk nya seperti tadi, dia jadi besar kepala kan jadinya" Hanen kesal sekali rasanya dia ingin memukul tangannya sendiri
"hahaha, Hanen terimakasih sudah memeluk ku" Reynold tertawa senang sekali seperti mendapat lotre beruntun
Hanen duduk diruang TV dan menyalakan TV nya dia melihat berita jika sedang ada wabah DBD di satu desa terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk nya kota. Petugas kesehatan yang ditugaskan untuk menjadi tim sukarelawan dari rumah sakit tempatnya bekerja
Hanen merasa sesak di dadanya dan menangis "harusnya aku yang disana sekarang jika si bodoh Reynold tidak menyandera ku seperti ini,itu impianku dari kecil ingin menyelamatkan nyawa orang di desa terpencil, pasti mereka kesakitan dan juga sangat membutuhkan tenaga-tenaga medis"
Reynold yang mendengar keluhan Hanen merasa sangat bersalah dengan kelakuannya "tenang Hanen sampai di rumah mu nanti,kau bisa bekerja lagi dan ikut bergabung bersama team mu,aku akan memaksa kepala rumah sakit untuk memasukan nama mu dalam daftar tenaga kesehatan"
Hanen tidak menanggapi perkataan Reynold dan dia mematikan TV nya "antar sekarang saja Reynold aku akan menghubungi pihak rumah sakit, kau tidak perlu terlibat lagi dengan ku, biarkan aku hidup dengan normal"
Reynold pun memanggil Yogi dan mereka berniat mengantar Hanen "kita antar Hanen pulang, sudah banyak orang menantikan kehadiran nya di rumah sakit"
Hanen pun berjalan keluar rumah Reynold dan menunggu nya diluar,Yogi dan Reynold mengantar Hanen dengan mobil yang biasa agar tidak ada anak buah Wenzar yang curiga
Yogi pun memulai pembicaraan dengan Hanen agar suasananya tidak canggung" kau senang bisa pulang kan Hanen"
Hanen yang duduk di belakang pun tersenyum "iya tuan,aku akan pulang bertemu dengan papa ku,aku sangat merindukan nya,dan aku akan bekerja sebagai sukarelawan di desa yang terkena wabah DBD,dan aku berharap tidak akan bertemu dengan kalian lagi dalam kondisi apapun"
Reynold merasa sakit hati dengan ucapan Hanen "hati hati Hanen aku takut nya kita berjodoh jika kau terlalu membenciku,dan percayalah suatu saat jika kau tidak bisa menjaga ucapan mu kepadaku,aku akan membuat kau mengandung anak Reynold Anggara".
Hanen mengangkat bahunya merasa geli sambil menggoyangkan kepalanya "tidak aku tidak akan pernah mengandung anak mu,aku tidak mau anak ku mempunyai ayah yang bertangan dingin seperti mu, tidak ada yang bisa dibanggakan dari pria b******n seperti mu, kau hanya bisa memukul, menembaki orang lemah dan tak berdosa"
tangisan Hanen pecah di dalam mobil, Reynold hanya diam saja tidak bisa menjawab perkataan Hanen.
Yogi harus menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi antara Reynold dan Hanen "kau sudah salah paham Hanen, kami menyerang rumah mu untuk pertama kali 5 hari yang lalu,itu yang pertama dan terakhir. Wenzar Selov pembunuh ibu dan adik Reynold memakai nama Reynold untuk membuat kesalahpahaman yang terjadi semakin parah dengan keluarga Gilang Salvior"
Reynold hanya diam saja, karena bagaimana pun dia menerangkan nya pada Hanen semuanya pasti akan terdengar sia sia di telinga Hanen
Hanen menghela nafasnya, mencoba menenangkan diri nya "bagaimana aku bisa percaya kepada kalian, kalian datang sepeti perampok ke rumah kami,bahkan kalian menculik ku dan kau Reynold,apa kau lupa tangan mu yang kotor itu telah menampar pipiku berulang kali, apakah kau pantas di sebut seorang manusia? aku dan papa ku kau buat seperti binatang"
Tangis dan teriakan Hanen terdengar sedih sekali, Reynold dan Yogi hanya diam mendengarkan nya
Reynold tidak tahan mendengar tangisan Hanen "cukup Hanen silahkan kau benci aku dengan seluruh hidup mu,dan aku juga berharap ini pertemuan terakhir kita. Aku tidak bisa memaksa mu memaafkan ku karena itu urusan mu dengan hati mu"
Hanen berteriak kepada Reynold " aku tidak akan pernah memaafkan mu, sekalipun nyawaku berada dalam genggaman mu"
Yogi bernafas lega ternyata Hanen tidak terprovokasi oleh ketampanan Reynold
"bagus Hanen kau harus buat si bodoh ini menyesali semua kejahatan nya kepada mu, seandainya aku adalah dirimu aku sudah menabrak nya dengan mobil ini" suara hati Yogi yang hanya bisa di dengarkan oleh dirinya sendiri