AUTHOR POV Valea tengah terduduk di samping Reynal yang tertidur pulas. Ia baru saja kembali dari Semarang setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan disana. Ia menelisik wajah Reynal dalam. Sahabatnya yang sampai kini tidak membukakan hatinya pada Valea. Menutup rapat, bahkan melarangnya masuk. Valea kadang membenci Kai karena merasa Kai lebih beruntung dibandingnya. Kai yang hanya kenal Reynal tak lebih lama darinya, justru berhasil mengambil hati Reynal dengan mudah. Tidak dengan dirinya. Bertahun-tahun menemani Reynal, tak ada sedikitpun celah atau kesempatan yang Reynal berikan untuk Valea mendampinginya. Sejauh ini, Reynal hanya menyebut dan memanggil Valea sebagai sahabat. “Val?” panggil Andra yang baru saja kembali dari kantin untuk makan siang. Ia membuka kenop pintu dan mendap

