The Truth

2030 Kata

AUTHOR POV Setelah kurang lebih setengah jam Andra menunggu, Kai akhirnya keluar kamar dengan matanya yang membengkak. Hidungnya memerah. Bahkan di tangannya, sekotak tisu habis. Andra masih tidak bisa membayangkan rasa sakit yang kini muncul lagi di hati Kai. Rasa sakit hati yang berusaha ia sembuhkan, harus hancur hanya dengan pertemuan singkatnya dengan Reynal. Kai berniat turun untuk membuang sampah tisunya, namun ia terbelalak kaget begitu melihat Andra masih duduk di ruang tamu seraya menunggunya. Kai ingin kembali ke dalam kamar tapi sepertinya alangkah lebih baik jika ia pun meluruskan permasalahannya dengan Andra. Kai menuruni tangga. Andra menatapnya dengan wajah bingung. Kai duduk di hadapan Andra. Sesekali ia terseguk. Sisanya menangis tadi belum juga hilang. “Udah lebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN