*****
Seminggu belakangan ini setelah aku mendengar pernyataan Mama, bahwa aku bukanlah anak kandung mereka, aku lebih suka menghabiskan waktu ku di kamar sendirian. Terkadang tanpa sebab aku murung dan melamun.
Hari ini aku, kak Elsa dan Papa akan berangkat ke kota Kupang untuk liburan. Mama tak ikut serta sebab 2 hari lagi adalah jadwal kontrol Mama di dokter. Sementara kak Juan telah berangkat duluan 3 hari yang lalu.
Mama mengidap penyakit asam urat dan darah tinggi belakangan ini. Jadi setiap bulannya Mama harus berangkat untuk kontrol di dokter.
Semalam kami sudah sibuk menyiapkan pakaian dan barang-barang yanh kami bawa nantinya. So pagi ini kami hanya tinggal bersiap-siap dan menunggu bus menjemput kami dirumah pukul 9 nanti.
Pagi-pagi sekali aku dan kak Elsa sudah menyibukkan diri di dapur untuk memasak. Sekalian menyimpan rumah karena mengingat Mama yang akan sendirian dirumah.
Pukul 8 kami pun sarapan bersama-sama. Barang-barang telah kami keluarkan didepan. Setelah itu, kami menunggu kedatangan bus di teras depan rumah.
Aku dan kak Elsa sibuk berselfie sementara Mama dan Papa sibuk berbincang diruang tamu. 15 menit kemudian, bus pun muncul dan membunyikan klakson mobil.
"Papa... Busnya udah datang nih Pa" ucapku memanggil Papa
Konjak bis pun turun dan membawa naik barang-barang kami. Aku dan kak Elsa pun bersalaman dan berpamitan pada Mama.
"Ma, kita jalan ya. Mama baik-baik dirumah ya" ucapku menyalami dan mencium punggung tangan Mama, lalu bergantian dengan kak Elsa
"Hati-hati ya. Kalau udah sampai kabarin Mama tau" ucap Mama mengantarkan kami ke gerbang depan
Kami pun naik ke atas bis lalu mencari tempat duduk kami sesuai tiket yang telah Papa belikan semalam. Aku duduk di bangku nomor 5 dan kak Elsa di bangku nomor 6 bersebelahan denganku, sementara Papa di bangku nomor 2 bersebelahan langsung dengan sopir bus.
Kami melambaikan tangan pada Mama saat bus hendak tancap gas. Perjalanan dari sini ke Kupang membutuhkan waktu sekitar 8 jam untuk sampai disana.
So jika kami berangkat pukul 9 pagi maka kami akan sampai agak-agak pukul 5 sore. Tergantung cepat atau lambatnya bus ini. Bus akan berhenti sekali saja di niki-niki, sebagai tempat persinggahan untuk makan.
Sepanjang perjalanan kami tertidur nyenyak. Kami tiba di niki-niki pukul 1 lewat 35 menit. Papa pun membangunkan aku dan kak Elsa yang masih tertidur untuk turun makan.
_____
Selepas makan siang di niki-niki, kami pun melanjutkan perjalanan kami. Aku dan kak Elsa menyibukkan diri untuk bermain handphone untuk menghilangkan boring nantinya.
"Kak bikinin aku akun Faceb**k dong" pintaku merajuk
"Sini hp nya" pinta kak Elsa menyodorkan tangan kearah ku
Kusodorkan handphone pada kak Elsa, seraya mendekat kearah nya agar bisa melihat cara membuat akun biru itu. Aku lupa membeli paket data karena selalu memakai wi-Fi dirumah. Untung saja kak Elsa memberikan hotspot padaku. Beban keluarga, biasalah. Hahaha
"Mau daftar akun kamu pakai nomor telepon apa email?" tanya kak Elsa
"Pakai email aja deh kak, biar aman" jawabku
"Nah nih masukin email kamu, trus ketik password yang menurut kamu gampang kamu inget ya Dek" ucap kak Elsa menyodorkan kembali handphone ku
Lekas kuketik email dan password yang biasanya kugunakan sesuai suruhan kak Elsa.
"Nih udah kak. Trus ngapain lagi?" tanyaku
"Yaudah tinggal kamu klik daftar trus pasang profil sama sampul kamu pakek foto kamu, Dek" ucap kak Elsa
Aku pun melakukan semua suruhan kak Elsa dan akhirnya akun ku pun jadi. Ternyata tak begitu rumit untuk membuat akun di aplikasi biru ini.
Lekas kucari nama kak Elsa untuk meng-add, lalu aku juga mencari beberapa nama teman-temanku dan menambahkan mereka menjadi temanku. Beberapa dari mereka yang aktif pun langsung menerima permintaan pertemananku.
_____
Tak terasa kami pun sudah tiba di Lasiana, yang artinya beberapa menit lagi kami sudah sampai di agen bus. Rasanya b****g kami pun susah keram dan kaki pun ikut kesemutan.
"Mau turun dimana kak?" tanya seorang konjak bus pada kami
"Kami turun di agen kak. Kata Papa udah ada jemputan disana nanti" jawab kak Elsa
15 menit kemudian bus pun berhenti di agen. Semua penumpang bergantian untuk turun dan membawa barang-barang mereka.
Aku dan kak Elsa juga langsung menarik ransel serta koper milik kami dan meminta tolong pada konjak untuk menurunkan barang-barang yang kami bawa tadi.
Saat turun ternyata keponakan Papa, Kak Welly bersama 2 orang anaknya sudah menjemput kami. Aku dan kak Elsa bergantian menyalami Kak Welly.
"Wah rupanya sudah pada besar-besar yah kalian" ucap Kak Welly sambil mengacak rambut kami
"Tante ngak ikut ya, Om? " tanya Kak Welly pada Papa
"Iya ngak ikut. Katanya mau jaga rumah, hahaha" jawab Papa bercanda
Kami sudah cukup akrab dengan ketiga anak Kak Welly, yakni Debby, Maya dan Maychel.
Setibanya kami dirumah Kak Welly, kami langsung masuk dan menyalami istri Kak Welly, yakni Kak Resty.
Lekas kami masuk untuk beristirahat sejenak. Aku dan kak Elsa tidur bersama Debby dan Maya seperti biasanya di kamar mereka.
Papa biasanya tidur di kamar tamu, sementara kak Juan biasanya tidur bersama Maychel.
Saat masuk kamar kami langsung bercanda satu sama lain. Umur Debby 5 tahun dibawah ku, sementara umur Maya sama denganku.
"Eh udah pada punya hp baru nih. Minta nomor nya dong" ucap Maya disaat kami sedang berganti pakaian
"Cek aja nomor nya di hp ku. Password hpnya 135790 yah" ucapku seraya menyodorkan hp ku pada Maya
Selepas berganti pakaian aku dan Maya sibuk berbagi cerita sekolahan kami. Sementara kak Elsa dan Debby sedang keluar, katanya mau melihat senja karena rumah Kak Welly berbelakangan langsung dengan Pantai.
Saat sibuk bermain F*ceb*ok, ada saran pertemanan dari beberapa orang yang tak ku kenali. Dan yang membuat ku heran, ada satu nama akun berfoto profilkan perempuan. Wajahnya entah kenapa hampir mirip denganku. Kalau ku agak-agak umurnya sekitar 30an.
"Eh May, kenal ngak sama tante ini? Kok mukanya sama kayak aku yah?" tanya ku heran seraya memperlihatkan akun bernama Mira Yuniarty itu
"Eh siapa? Mana-mana coba lihat" ucap Maya sambil merampas handphone ku
Raut wajah Maya pun langsung berubah seperti terkejut. Mungkin ia terkejut karena melihat wajah tante itu yang sama persis denganku.
"Eh siapa? A-ku ngak ke-nal kok. Muka nya aja beda jauh sama kamu. Jangan ngaco deh" ucap Maya
Ada yang aneh yang ku tangkap dari kata-kata Maya. Jika ia tak kenal mengapa ia seperti gugup menjawab pertanyaan ku.
"Kalau ngak kenal, kenapa nih ada beberapa keluarga kita yang berteman dengannya. Termasuk kamu loh, May"
Setelah ku cek, ternyata banyak keluarga Papa yang berteman dengan akun Mira tersebut, termasuk Maya. Tapi kenapa saat ku tanya ia menjawab seakan-akan tak mengenali akun ini? Dan raut wajahnya pun berubah seperti gugup sejak aku bertanya tentang akun ini.
Ku tanya berulang kali pada Maya agar ia mau jujur padaku. Akhirnya Maya pun menceritakan semuanya.
"Tante Mira itu sebenarnya Mama kandung kamu, Des. Ia anak dari Om Ady, abangnya Om Eric papamu. Kami semua dilarang untuk menceritakan semua ini sama kamu, karena ada sesuatu yang kami pun tak tahu. Kata Papa itu masalah orang besar, jadi kami anak kecil pun hanya manut saja" pungkas Maya
Deg!!! Deg!!!
Aku pun terkejut mendengar cerita Maya tentang siapa Ibu kandung ku. Kenapa semua orang tega membohongiku?
Air mataku pun mengalir begitu saja dari kelopak mataku. Dadaku terasa begitu sesak mendengar pernyataan yang tak pernah kuduga selama ini.
"Udah jangan nangis. Kamu janji yah ngak bakalan cerita tentang semua ini pada siapapun. Aku takut nanti aku dimarahi Papa sama Mama karena udah menceritakan semua ini sama kamu. Pleasee, aku mohon" ucap Maya memohon padaku
Jelas aku takkan marah padamu, May. Karena berkat kamu aku bisa tau siapa Ibu kandung ku. Tenang aja aku juga ngak bakalan cerita tentang semua ini. Aku janji" jawabku sambil menyeka air mataku
Aku Dan Maya saling menautkan kedua kelingking kami sebagai tanda takkan membocorkan semua ini.