Bab 21 - Bukan Pendendam

1022 Kata

21 Dahayu mengernyitkan dahinya. "Aku menurut karena memang jelas kekurangan. Mas Zay anak cowok satu-satunya. Kalau nggak punya keturunan, silsilah keluarganya tamat," jelasnya. "Menurutku, itu sudah nggak zaman. Kenapa dia nggak bisa menerima itu? Sedangkan aku, bisa," sahut Imran. "Mas sudah punya Nadia. Mas Dihyan punya anak cowok tiga. Jelas beda situasinya dengan Mas Zay." "Bisa lewat jalur adopsi, Yu. Enggak perlu menikah lagi dan menyakiti hatimu. Bahkan menceraikanmu demi istri kedua." "Mas nggak tahu cerita sebenarnya, jangan asal bicara!" Imran terkejut mendengar suara Dahayu yang meninggi. "Sorry, Yu. Aku nggak bermaksud bikin kamu tersinggung. Aku justru menyampaikan apa yang ada dalam otakku. Poligami bukan solusi bila tidak punya keturunan." "Cukup, Mas. Aku ngg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN