Bab 19

1028 Kata

19 Hari berganti. Siang itu, Intan terlihat gelisah. Dia berulang kali mengecek suhu tubuh Alfian yang mengalami demam sejak kemarin malam. Intan kian gundah karena Faiz dan Widya serta Pramesti, telah kembali ke Yogyakarta kemarin siang, karena ada hal penting. Di rumah hanya ada Intan dan Wahyuni. Mereka tengah menunggu Aminah datang dari Kediri. Namun, sang nenek tidak kunjung tiba. Hal itu menambah kegelisahan kedua pengasuh tersebut. Intan menimbang-nimbang dalam hati, kemudian menguatkan tekad untuk menelepon Dahayu. Intan tidak berani menghubungi Tami, sekretaris Arya, karena perempuan tersebut baru beberapa minggu lalu melahirkan putri pertamanya, dan pasti sangat sibuk mengurus anaknya. Sapaan salam Dahayu terdengar dari seberang telepon dan langsung disahut Intan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN