"Ngghhh ...." Mulut kecil itu melenguh ikut dengan gerakan mata kecil sang pemilik. Ia memandang sekitar, tersenyum miris kala mendapati dirinya masih di sini, tergeletak dengan posisi terjungkal ke sampir kiri, bersandar pada tembok hitamnya. Perlaham tangannya terangkat, meraba sekitar bawah hidung yang kaku. Ternyata darahnya sudah mengering. Wajahnya sangat pucat, tidur di lantai dengan keadaan tubuh kurang sehat bukanlah suatu hal yang baik. Perlahan Yogi duduk bersandar pada tembok, dan menatap miris pintu kamarnya yang masih tertutup seperti saat ia kehilangan kesadaran. 'Aku terlalu banyak berharap," batinnya. Mata sayunya melirik jam digital di atas nakas. 16:46 kst "Ternyata aku tidur cukup lama," ujarnya pelan. Ia memijit pelipis pelan, lalu dengan iseng meraba meja na

