“Ethan!” Ethan yang sibuk dengan pekerjaannya mendongak begitu mendengar suara istrinya. Kepala Dira muncul dari balik pintu, menatapnya dengan senyum yang menghangatkan. Ethan menatapnya dari balik kacamatanya. “Ada apa?” “Aku mau pergi.” Ethan tidak langsung menjawab. Nada yang digunakan Dira menggelitik rasa penasarannya. “Sendiri?” “Ya.” Tapi Dira tidak memandangnya saat menjawab pertanyaannya. “Kemarilah,” undangnya lembut. Dira menyipitkan mata, menatapnya penuh curiga. “Apa? apa kau akan membujukku untuk tetap tinggal? Aku tidak akan lama, Ethan, hanya sebentar.” Dira berjalan masuk, mengitari meja dan berdiri di hadapan Ethan. “Kenapa kau terlihat gugup? Apa kau menyembunyikan sesuatu?” “Kau, apa kau bisa membaca pikiranku atau apa?” tanyanya terkejut. “Kau ini menakutkan

