Saat Ethan membuka mata, cahaya pagi yang lembut masuk melalui tirai tipis di jendela kamar mereka, menciptakan semburat keemasan di setiap sudut ruangan. Ethan terbangun dengan perlahan, matanya yang masih setengah terpejam menyapu ruang kamar yang sunyi. Ethan menoleh ke samping, menatap wajah istrinya yang cantik terlelap di bantal. Ia tersenyum lembut, dengan hati-hati Ethan berbalik dan menyandarkan kepala pada tangan yang bertumpu di bantal, menatap Dira yang terlelap dalam tidur yang tenang. Bibirnya yang merah sewarna kelopak mawar sedikit terbuka, menggodanya hingga pada batas yang membuatnya nyeri. Ethan masih berbaring sambil menatap istrinya saat ponselnya bergetar. Dengan enggan Ethan meraih ponselnya. “Ethan di sini,” ucapnya, berusaha menahan kejengkelan. Suara COO, Marc

