BAB 20

1512 Kata

“Noah, jangan lari-lari, Sayang, nanti jatuh!” Tetapi, anak kecil itu sama sekali tidak mendengarkan. Dia asyik berlarian ke sana ke mari di antara rerumputan yang ada di depan hotel. Persis seperti dugannya, Noah sama sekali tidak menyukai perhatian yang tiba-tiba terpusat padanya. Sepuluh menit berada di aula, putranya bersikeras ingin keluar, beruntung ia bisa menahan putranya sedikit lebih lama sebelum akhirnya mereka keluar. Dan Dira sama sekali tidak keberatan dengan hal itu. Ruangan itu membuatnya sesak. Panas yang menusuk belakang matanya mengancam menunjukkan air matanya, tapi Dira berhasil menahannya. Ia tidak percaya… tidak ingin percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. “Noah, Mommy bilang apa tentang rasa hormat?” gumamnya saat melihat Noah tetap berlarian. Jasnya sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN