Udara sore ini hangat, matahari bersinar lembut dan angin berembus pelan. Langit berwarna biru cerah, dengan beberapa awan yang putih bersih berarak-arak, menghasilkan kombinasi indah yang enak dipandang. Suara langkah kaki mengalihkan perhatianku dari keindahan tersebut, aku menoleh dan tersenyum lebar melihat Bunda Mayang yang sedang menghampiriku. Aku senang melihatnya tampak sehat dan bugar, yang pasti, tidak ada lagi kesedihan yang dulu aku tangkap pada sorot matanya. Aku menyambutnya dengan pelukan. Membincangkan basa-basi yang menyenangkan. Suasana di pemakaman ini lengang, hanya ada beberapa orang yang terlihat sedang berziarah, sama dengan tujuanku dan Bunda Mayang ke tempat ini. Tapi kami masih menunggu beberapa orang. Aku mengajak Bunda Mayang duduk di sebuah bangku kayu di b

