Satu minggu berlalu. Sesuai janjinya Uwais selalu mengunjungi Elvina setiap hari. Kadang setiap pagi Uwais menyempatkan diri untuk membawakan sarapan, lalu sepulang kerja setiap harinya Uwais kembali ke rumah Elvina untuk menemuinya. Uwais mengganti semua jadwal meeting minggi ini ke minggu berikutnya. Waktunya di minggu ini hanya akan dia berikan untuk Elvina. Setelah satu minggu sudah mulai ada perubahan dari Elvina. Yang biasanya dia selalu menolak jika Uwais datang dan ingin menemuinya, sekarang dia selalu menunggu kedatangan Uwais di kamarnya dengan pintu terbuka. Hanya saja Elvina masih takut untuk melangkahkan kaki keluar kamar. “Vin, tadi aku di kantor gak makan siang. Aku lupa waktu ngerjain semua pekerjaan. Biasanya kan ada kamu yang ngingetin aku makan siang. Hehehe..” kata Uw

