Gina berdiri tegak dengan kepala menengadah memandang gedung tinggi yang berdiri kokoh di hadapannya. Tidak ada sedikit pun keraguan di dalam hatinya. Hanya saja dia tidak tahu di lantai dan unit berapa orang yang ingin di temuinya itu tinggal. Dari pos penjagaan, seorang security memperhatikan Gina yang hanya terdiam sambil mentap ke gedung apartemen. Merasa curiga dengan sikap Gina, maka security tersebut menghampiri Gina untuk menanyakan keperluannya. “Permisi, Mbak.” Suara Pak Security sedikit mengejutkan Gina dan membuyarkan lamunannya. “Iya, Pak. Ada perlu apa?” tanya Gina. “Seharusnya saya yang tanya sama Mbak, sebenarnya Mbak ada keperluan apa? Sedari tadi saya perhatikan Mbak cuma bengong aja disini. Mbak mau masuk atau ada orang dicari di dalam sana?” security tersebut balik

