68.Memohon

2690 Kata

Naya POV. “Innalilahi……” suara Ello semakin membuatku menyusup dan menyembunyikan wajahku di dekapan om Omen yang tadi menjeda langkahku dan memelukku saat papa tiba tiba kejang kejang begitu aku selesai masuk ruang ICU. Walaupun aku tau kata kata yang di ucapkan Ello tidak selalu untuk menyatakan kematian seseorang, tetap saja aku takut untuk menyaksikan gimana tim dokter dan om Rey yang bereaksi pada kejang kejang papaku. Kata kata yang El ucapkan bisa juga berarti untuk menyatakan kemalangan, karena mama bereaksi sama saat di kabari papa mengalami kecelakaan. Tapi aku tetap tidak bisa menghentikan tangisanku sekalipun om Omen memelukku erat sekali, dan itu tidak membantu banyak. Selain untuk menyanggah tubuhku yang rasanya melemas karena kejadian tadi. “ALLAHU AKBARR!!!!” kali ini su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN