Bugh! Kepalan tangan Devandra mendarat tepat di wajah Adelio. Membuat pemuda itu tersungkur di kaki Arumi "Dev! Jangan asal main pukul gitu dong!" teriak Arumi. Arumi berjongkok dan memeriksa kondisi Adelio. Sudut bibir sebelah kiri Adelio terlihat sedikit sobek. Mungkin jika tidak ada air hujan maka darah akan terlihat jelas dari sudut bibir Adelio. "Lio, kamu nggak apa-apa 'kan?" Arumi menyentuh wajah Adelio. Hati Devandra semakin panas. Ditarik tangan sang istri agar menjauh dari Adelio. "Rumi, jangan dekat-dekat sama dia!" pinta Devandra dengan lantang. Namun, Arumi menghempaskan tangan Devandra dan tetap memilih untuk menolong sahabat baiknya tersebut. "Lio, sini aku bantu berdiri," kata Arumi seraya berusaha mengangkat tubuh Adelio. Sambil merasakan sakit di sudut bibirnya Ad

