Keesokan paginya, semua anggota keluarga mulai dari Ibu Shanum, Pak Emran, Devandra hingga Arumi menyantap sarapan mereka di meja makan. Mata Ibu Shanum memperhatikan Devandra yang sesekali melirik Arumi, tetapi Arumi tidak mengindahkannya dan terus makan tanpa mau menoleh sedikit pun pada Devandra. "Ehem … ehem …," deham Ibu Shanum dan membuat semua mata tertuju padanya. "Kamu kenapa, Ma? Tersedak?" tanya Pak Emran seraya memberikan segelas air pada sang istri. Ibu Shanum menggelengkan kepala, tetapi tetap menerima gelas yang diberikan suaminya dan meminum sedikit air di dalamnya. "Dev, Arumi," panggil Ibu Shanum. "Iya, Ma." Secara bersamaan Devandra dan Arumi menjawab panggilan Ibu Shanum. "Gimana kalau hari ini kalian pulang dan pergi bareng-bareng? Kamu harus antar Arumi ke kampu

