TOK!! TOK!! TOK!! Pintu kamar mereka kembali diketuk dengan kencang. Arumi langsung bangkit dan berlari memeluk Devandra dari samping. “Jangan-jangan maling?” tanya Arumi. "Kamu jangan jauh-jauh dariku ya, Rumi. Tetap di belakangku, pegang tanganku," pinta Devandra pada sang istri. Namun, kemudian orang di balik pintu bersuara dan membuat pasangan muda tersebut menghela nafas lega. "Deevv … Rumii … huhuhu … bukain pintunya. Mama lagi pusing plus sedih nih …," ucap Ibu Shanum dari balik pintu. "Fyuuhh … kirain siapa. Sebentar aku bukain pintu dulu." Devandra menghela nafas lega lalu beranjak membukakan pintu untuk sang Mama. Saat pintu terbuka, Ibu Shanum langsung meloncat dan memeluk putranya itu dengan raut wajah sedih. "Mama kenapa?" tanya Devandra. "Mama sebenarnya pusing, Dev

