"Rumi, aku mau …." Devandra meletakkan tangannya satu per satu di lantai. Matanya terus menatap Arumi lurus dan dalam. Sekujur tubuh Arumi langsung merinding karena tatapannya tersebut. Saat Devandra merangkak ke depan perlahan-lahan, Arumi pun menggerakkan bokongnya mundur sama perlahan. "Mau apa kamu???" Nada suara Arumi terdengar ketakutan. Tangan Devandra menangkap kedua kaki Arumi dan memegangnya dengan erat. "Kamu mau ngapain??? Lepasin aku!" teriak Arumi. Kedua kaki Arumi ditahan di lantai oleh Devandra. Kemudian sesuatu yang tak akan pernah disangka-sangka terjadi. Devandra menurunkan kepalanya dan bersujud di hadapan kedua kaki Arumi. "Eeehhh???" Reaksi Arumi yang sangat terkejut. "Rumi, maafin aku! Aku tahu kamu belum ingat siapa aku, tapi aku bukan kakak kandung kamu, R

