Hari sudah kembali berganti. Sedari siang kemarin sampai pagi Arumi dan Devandra tidak keluar dari kamar. Sepertinya mereka berdua sangat kompak untuk tidak menunjukkan batang hidung mereka karena takut diinterogasi oleh Ibu Shanum. Pagi ini Arumi sudah terlebih dulu mandi dan keramas. Rambutnya yang masih basah dikeringkan dengan handuk. "Arumi, kamu sudah mandi?" tanya Devandra yang baru saja bangun dan menggeliat di ranjang. "Sudah, kamu mandi gih sana," ujar Arumi sambil tetap mengeringkan rambutnya dengan handuk. Devandra duduk lalu bergerak mendekat pada Arumi yang duduk di sisi ranjang. Harum shampo Arumi tercium sampai ke hidung Devandra. Membuatnya teringat kembali aroma tubuh sang istri saat dia jelajahi setiap inchinya. "Rumi …," panggil Devandra. "Iya, Dev," jawab Arumi t

