"Lia, Lio, maaf ya aku telat!" seru Arumi seraya merogoh saku belakang celananya untuk mengambil uang. "Bukan telat lagi, udah lumutan aku nungguin kamu, Rumi," jawab Adelio. "Makasih ya, Bang." Setelah membayar ongkos ojek, Arumi menghampiri kedua saudara kembar tersebut. Mereka bertiga kini duduk di kedai pinggir jalan, membuka buku catatan mereka membahas materi yang akan mereka presentasikan nanti di kampus. Adelio mengeluarkan tablet dari dalam tasnya, membuka materi presentasi dari tablet tersebut. "Rumi, nanti kamu yang menjelaskan bagian ini ya," kata Adelio sambil menolehkan kepalanya pada Arumi. Adelio sedikit terkejut karena wajah Arumi yang begitu dekat di sampingnya. Arumi fokus melihat ke layar tablet yang dipegang oleh Adelio. Namun Adelio fokus memperhatikan sekaligus

