Pengakuan

1107 Kata

Kevin masuk ke dalam ruangan tersebut dengan ragu. Di dalam tidak ada siapa pun selain Laras yang berdiri menunggunya. "Kenapa memanggilku ke sini?" tanya Kevin, meski bertanya, dia masih tetap melangkah mendekati Laras. Kedua tangan Laras ada di belakang punggungnya saling bertautan, dia terdiam cukup lama sebelum menarik napas panjang dan mulai mengatakan maksudnya. "Selamat telah lulus," katanya dengan tulus. Kevin tersenyum. "Terima kasih." Laras melihat kedua sudut bibir Kevin yang terangkat, perasaan yang rumit masuk ke lubuk hatinya. Dulu, sangat sulit untuk mendapatkan senyuman itu. Bahkan seberapa besar pun Laras berusaha dan bertindak, dia tetap gagal mendapatkan perhatian Kevin. Namun sekarang, dia telah dapat mengobrol dengan santai bersama pemuda pengisi hatinya itu, bahk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN