Laras menghela napas panjang setelah kembali ke kelas. "Entah mimpi apa aku semalam hingga mendapat masalah aneh di pagi hari seperti ini?" Dia bertanya-tanya sembari meraih ponselnya dan membuka sosial media, ingin melihat postingan Zen yang mengaku sebagai pacarnya. Postingan itu sangat mudah ditemukan, bagaimana pun itu memiliki banyak suka dan komentar. Entah apa yang dipikirkan orang lain begitu senang menaruh komentar pada postingan absurd seperti itu, namun ketika berhadapan dengan Laras secara langsung, mereka hanya menatap dan menonton dalam diam, tidak berani bersuara sama sekali. Laras membuka menulis komentar yang menghujat dan menghina. Jika saja kata dalam kolom komentar tidak dibatasi, maka Laras mungkin dapat membuat seribu kata yang hanya berisi mengejek dan menjatuhkan

