Jari telunjuk Tania berada di bibirnya, tatapannya tampak tegang ketika dia memberi isyarat agar Laras tidak banyak mengeluarkan suara. Laras merasa kesal, "Apa sih yang ..." Suaranya berhenti ketika melihat wajah Tania menjadi semakin pucat dan buruk. Itu membuat Laras ikut tegang juga, dia tiba-tiba merasa bahwa dirinya berada di film horor, ada hantu di belakangnya saat ini. "Ada apa sih? Jangan sok menegangkan seperti itu." Itu yang dia katakan, namun suaranya menurun dengan rasa waspada di dalam hatinya. Saat ini mereka bersembunyi di balik bangunan kosong yang sangat kumpul dengan banyak tanaman merambat di dinding. Dinding yang awalnya putih bersih menjadi abu-abu gelap tanpa bisa dikenali lagi, di sekitar ada banyak rumput yang panjangnya sudah melewati paha Laras, itu berayun d

