Khawatir

1616 Kata

Karena belum ada Raka, Laras kembali ke rumahnya dengan cemberut. Dia duduk di sofa ruang tengah dengan televisi yang menyala. Tidak diketahui tindakan apa yang dibuat selebriti di sebuah variety show, Laras mulai membuang napas berat selayaknya orang dewasa yang sedang menghadapi masalah. Ketika menonton televisi, Laras terbiasa menaikkan volume suara dengan tinggi, beberapa orang yang datang ke rumahnya seringkali menegurnya tentang itu Laras memperhatikan luka-lukanya yang telah diplester dengan rapi, dia mendengus keras merasakan kebencian yang dalam. Di siang hari, tepatnya setelah sekolah berakhir, Rena datang ke rumahnya untuk mengirim tas dan alat tulisnya yang dia tinggalkan tanpa tanggung jawab di kelas. "Kamu benar-benar tidak bisa diperbaiki lagi, berapa kali kamu ingin me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN