Pintu kamar terbuka lebar, seorang gadis bergegas masuk dengan gusar. Dia mendorong pintu tertutup dan langsung melompat ke atas tempat tidur. Tidak tahu apa yang dipikirkannya, gadis itu berguling ke kanan dan ke kiri berulang kali, tampak sangat gelisah dan frustrasi. Hingga akhirnya dia baring terlentang, menatap ke atas dengan kosong. "Apaan sih, dasar Rena tidak jelas." Laras berkata dengan kesal, kakinya mennedang-nendang di udara. Di sekolah tadi, Rena benar-benar mengabaikannya hingga jam pulang. Jangankan bicara, dia bahkan tidak menoleh ke arahnya. Itu membuat Laras menjadi semakin kesal, menurutnya hal ini adalah salah Rena, jadi kenapa malah orang itu yang marah. Bukankah seharusnya Rena merasa bersalah dan minta maaf padanya? Laras mengerutkan keningnya, memikirkan kejadian

