"Kevin sendiri yang mengatakan bahwa itu milik temennya dan bukan Tania." Laras berkata dengan bangga kepada Rena, tampak baru saja memanangkan sesuatu yang penting dari temannya itu. Rena memutar matanya, tidak terlau memedulikan kebahagiaan Laras yang tidak jelas itu. Sepulangnya sekolah, Rena dan Laras berjalan bersama menuju gerbang sekolah bersama dengan arus murid lainnya. Dalam langkahnya, Laras tak henti-hentinya terus berbicara tetang Kevin dengan acak. Dan rena sebagai teman yang baik dan pengertian hanya mndengarkan semua omong kosong temannya itu. "Hei, bukankah itu cewek yang kemarin?" tanya Laras dengan kening berkerut dalam. Dia telah mengngkat lengan bajunya, tampak siap berperang saat ini juga. Rena mengikuti garis pandang Laras. di depan gebang sekolah, seorang gadis

