Kencan Nyata

1640 Kata

Itu adalah hari Senin, di mana Laras sekali lagi lupa membawa topi dan dasinya. Dia berjalan dengan langkah kecil menuju lapangan dan akhirnya menghentikan langkahnya dengan wajah kesakitan. "Ah, aku tidak mampu. Aduh, sakit, ini benar-benar sakit." Laras memegang tangan dan kakinya dengan erat, seolah ingin menunjukkan plester luka yang terpasang di tubuhnya. "Aku tidak mampu berdiri lama di panas terik matahari, aku pusing, sakit, dan menderita." Pengawas yang bertugas hari ini tahu bahwa Laras kemungkinan besar berbohong namun melihat luka yang benar-benar ada di kulit putih mulus gadis itu, rasa tak tega dan kasihan muncul di hatinya. "Baiklah, istirahatlah di UKS, jangan pergi kemana-mana atau aku akan mencatat namamu." Laras mengangguk, tersenyum sangat manis dan akhirnya berlari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN