Chapter 38

1161 Kata

"TANTE DIRA, ZIDAN MAU ES KRIM!" "MAU PERMEN JUGA!" "MAU MARTABAK, DONAT, SAMA s**u RASA COKLAT, JUGA!" Dira memejamkan matanya sambil menutup kedua telinganya rapat-rapat. Sungguh, ia sangat pusing dengan keponakannya yang satu ini. Suara teriakannya itu lho, melebihi kerasnya suara toa masjid! Bisa-bisa ia jadi mendadak b***k karena telinganya terus mendengar suara teriakan Zidan. Dira kembali memejamkan matanya sambil menghela nafas panjang. Oke, anggap saja ia sedang latihan menjadi seorang ibu. Kembali menghela nafas panjang, Dira bangkit dari duduknya kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Zidan yang berada di dekat tangga. Langkah kaki Dira terhenti ketika matanya melihat Fadli yang berjalan menuruni anak tangga dengan pakaian formalnya. Dira mengernyit, mengapa suaminya mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN