"Gilaaa, berasa abis sunat gue," keluh Dira. Dira berjalan dengan pelan, sungguh ia merasakan sakit yang luar biasa di bawah sana, sampai-sampai ia harus berjalan layaknya seperti orang yang sehabis di sunat. Dira mendudukkan dirinya di gazebo. Matanya menatap Fadli yang tengah berenang di kolam yang berada di depannya. "Kenapa ngeliatin saya? Mau berenang juga?" tanya Fadli ketika sadar Dira terus menatap dirinya. Dira menggeleng. "Nggak mau. Ntar yang ada saya berakhir kayak semalem. Sakit tau mas, berasa kayak abis di sunat saya," ucapnya. Fadli terkekeh mendengar ucapan Dira. Dira mengernyitkan dahinya, kenapa suaminya malah ketawa? Emang ada yang lucu? "Ngapain ketawa-ketawa? Saya nggak lagi ngelawak lho." Fadli menghentikan tawanya. Ia menaik turunkan alisnya m

