Lucas mengerjapkan mata saat suara tangisan menganggu tidurnya. Ia perlahan membuka mata dan membalikkan tubuhnya. Dilihatnya Orchidia sedang duduk dengan memeluk kedua lututnya sambil terisak. Air matanya begitu membanjiri wajah cantik tanpa polesan make up itu. “Hey, Sayang, kenapa menangis?” tanya Lucas sembari bangkit dari tidurnya. Orchidia yang terisak itu menoleh. Matanya yang berlinang air mata menatap mata biru Lucas yang terlihat masih mengantuk. “Kau ... kau tidak memelukku, kau bahkan memunggungiku. A-aku ti-tidak diinginkan la-lagi, bukan?” Lucas bergerak untuk menarik Orchidia ke dalam pelukannya. “Maafkan aku, Sayang.” Oh, ayolah, padahal sebelumnya ketika Lucas memeluk Orchidia saat sedang tertidur, wanita itu akan mengomel karena tidak ingin dipeluk. “Tapi kau tidak

