Namun teriakan Rena hanya sekejap karena ia tidak ingin El terkejut atau terbangun. Perlahan ia mendongak untuk melihat raut wajah El yang begitu dekat dengan wajahnya. d**a Rena berdegup kencang saat itu. Dengan hati-hati, ia mencoba menyingkirkan tangan El dari pinggangnya. Sebelum ia bisa menyingkirkan tangan El, ketokan di pintu itu kembali terdengar. Kali ini lebih kuat, diselingi dengan panggilan nama mereka. Panggilan itu membangunkan El dari tidurnya. Segera ia membuka mata dan melihat Rena berusaha menjauh darinya. Ia tersenyum simpul, lalu menarik tubuh Rena lebih erat lagi. Rena terkejut dengan tindakan El. "El, lepaskan," Rena mencoba meronta-ronta sambil mendorong tubuh El menjauh darinya. Namun ia gagal. "Tidak, kasi aku upah dulu karena sudah memijitmu. Cium aku sini say

