Enam Puluh (END)

1955 Kata

*** Perjalanan pulang ke rumah di isi oleh obrolan singkat kami sesekali. Aku bertanya kepada Mas Azam kapan dirinya menyiapkan rumah baru kami ini. Setahuku, dia selalu sibuk bekerja dan mengurus perceraiannya. "Ngomong-ngomong kapan Mas nyiapin rumah ini untukku? Mas sengaja ya mau ngasih kejutan untuk, Nira?" tanyaku pada suamiku itu. Mas Azam menganggukkan kepalanya. Aku bersiap mendengar jawaban darinya. “Sudah sejak lama, Nira. Kayaknya dari kehamilan kamu Delapan bulan,” Mas Azam tersenyum lembut. Jawaban itu membuatku memikirkan ulang semua yang pernah terjadi. Kenapa Mas Azam menyiapkan rumah baru kami di saat kehamilanku di usia itu? Apa Mas Azam memang sudah merelakan semuanya sejak awal? Entahlah. Biarkan itu menjadi tebakanku dan rahasia Mas Azam. “Sudah lama ya, Mas.”

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN