Faraz duduk seorang diri menanti kedatangan seseorang. Sebenarnya hari ini dia sudah berjanji untuk bertemu dengan seseorang. Cukup lama Faraz menunggu tapi orang yang ingin ditemuinya tak kunjung menampakan diri, sehingga sempat membuatnya kesal. Di saat sedang sendirian seperti ini, Faraz terkenang akan sebuah peristiwa yang terjadi sekitar lima bulan yang lalu. Hari itu di kampus Mikelson University .... Faraz menghampiri Sagita yang sedang berjalan seorang diri. Meskipun dari jarak jauh, terlihat cukup jelas kesedihan di wajahnya. Faraz kesal bukan main karena mengetahui siapa orang yang menyebabkan Sagita murung seperti itu. Tentu saja pelakunya adalah kakak tirinya, Orion. "Sampai kapan kau akan bersedih terus seperti itu?" Sagita te

