CHAPTER 15

2799 Kata

Mengingat kejadian kemarin, membuat Sagita kembali merasa kesal. Dia masih tidak menyangka Orion akan lebih mempercayai kebohongan Livia dibandingkan perkataannya. Yang menambah rasa kesal Sagita adalah sikap Livia. Livia yang selama ini selalu bersikap baik padanya, tapi kemarin sikapnya sangat berbeda. Secara terang-terangan mengatakan kebohongan di depan Orion. Sagita terus memikirkan apa yang diinginkan Livia? Kenapa dia sampai harus memfitnahnya seperti itu?            "Sagita. Hallo, Sagita." Lamunan Sagita buyar karena panggilan Mettalia, apalagi gadis itu kini mengibas-ngibaskan tangan tepat di depan wajah Sagita.              "Ah ...ya, Met. Kenapa?" Tanya Sagita sembari gelagapan karena dirinya tertangkap basah sedang melamun.            "Hm, jadi dari tadi kau tidak mendeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN